Category Archives: Review

Previously on Catetan Masova… *halah*

Di postingan sebelumnya, saya dan tika kepilih buat berangkat ke Hongkong sama simPATI. Dan paspor saya masih di rumah Rembang. Maka, saya pun pulang ke Rembang. Naik bus istimewa saya duduk di muka.

Sampai di rumah, istirahat beberapa jam. Kemudian nyari-nyari paspor, packing pakaian ala kadarnya dan menyiapkan apa-yang-musti-disiapkan. Lantas leyeh-leyeh lagi.

Sampai ada SMS dari pihak simPATI: “Mas, paspornya dikirim ke kantor ya? Siang ini bisa?”

Saya pun tersingahak. “Saya masih di Rembang, nih!”

“Waduh! Tapi tiket pesawat ke Hongkong mau diurus hari ini, Mas. Paling lambat besok lah.”

Lanjutannya…

Sekitar November, Abah bilang : “Va, nanti Desember –Abah diundang ceramah ke Hong Kong. Paspornya ada kan?”

“Hah? Iya ada.”

“Siap-siap!”

Begitulah. Tiba-tiba saya sudah packing dan berlatih bela diri (halah) untuk traveling ke negerinya Jackie Chan itu (iya kan, dia lahir di Hong Kong kan yah?). Sempet kebingungan karena paspor keselip entah kemana; lha wong emang jarang dipakai. Hahag. Trus untung saja, punya NPWP –jadinya bisa bebas biaya fiskal yang jutaan gitu.

Rombongan kami terdiri dari 4: saya, Abah, Mbak Ratih Sang –yang mengundang Abah– dan seorang Ibu mantan TKW di HK sebagai guide bernama Wongso. Iya, namanya Wongsowati siapa gitu.

Saat berkemas bersiap-siap, saya nanyak ke Pitra; di sana dingin engga –dia bilang “Sempat panas kok. Juga berangin. Kayak bandung. Bawa jaket aja.” Untuk lebih yakinnya, saya nanyak Momon yang juga sempet berlibur ke sana. Momon bilang: “Kemarin cuacanya menuju dingin, tapi masih panas kalau jaketan.” (kunjungi blog kedua kawan saya itu, ada kisah perjalanan di HK dan sekitarnya yang lebih asyik daripada yang tertulis di sini.)

Okay. Suhu di HK kayaknya gak gitu dingin.  Sip lah, jadi tas bawaan gak terlalu berat dengan sweater dan jaket tebal.

Kamis sore 16 Desember 2010, rombongan berangkat ke bandara. Salam pamitan bla bla, trus malemnya terbang. Ngeeeeng. Skip aja yah, ngebosenin kalo diceritain apa yang terjadi di dalem kabin. Nggak ada hal yang menarik, kecuali fakta bahwa di samping saya ada pria wanita (tidak jelas jenis kelaminnya) yang dari take-off sampai landing kerjaannya cuma membaca majalah berbahasa kanton.

Tidur sejenak. Nyampe bandara Internasional Hong Kong jam satu lebih berapa gitu.

Begitu turun dari pesawat. Kayak masuk kulkas –no, kayak masuk freezer. Holikreb. Simcard tidak aktif, tapi di dalem Bandara dapet koneksi wifi. Saya langsung ngecek suhu udara di henpon.


Baiklaaaaaaahhh..

Seorang kawan mengajak saya ikut main game Ionopolis ini. Game berbasis web yang memberikan edukasi tentang dehidrasi dengan ‘dipandu’ oleh seorang superhero bernama Pocariman. Dari dua keyword itu (Ion dan Pocari), jelas sekali kalau ini adalah proyek campaign kreatif dari produk minuman Pocari Sweat.

Awalnya sih agak ragu; jangan-jangan gamenya bakal norak. Saya keliru.Game ini norak abiiiissss!! Hoahahaha. Menggelikan dan jadinya malah menarik perhatian.

Lihat saja cuplikan komik di intro game-nya :

Norak kan yah?! Huahahaha.. Tapi sebentar. Ini game apa komik sih?

Jadi apa dong?

Saya sering ketemu dengan orang-orang keren; blogger, penulis, pelukis, desainer, manaher, dokter, propesor, alien *halah* dll ~mereka semua selalu menanyakan hal yang sama : “Ada kartu nama kan, Mas?”

Dan saya hanya menggelengkan kepala. Berkali-kali dimintai kartu; ternyata pengangguran seperti saya ini pun perlu punya kartu nama –berarti saya orang yang penting yaa. Heuhehue.. *ditimpuk*

Nah. Kebetulan seorang kawan memberikan link website yang memberikan jasa bikin kartu nama yaitu : kartunama.net. Setelah membaca-baca apa yang ada di web itu, saya jadi tertarik. Pilihan kertasnya macem-macem (ada yang mulus, formal, bertekstur dll), pemesanan boleh hanya 1 kotak (berisi 95 lembar kartu) dan yang paling penting: bisa pakai desain sendiri.

Setelah mengutak-atik desain; saya pun nyoba kirim order. Yang asyik, tata cara memasukkan pesanan sangat menyenangkan, dengan langkah-langkah yang jelas. Gak mungkin keliru lah. Begitu order masuk; saya menunggu email konfirmasi. Kira-kira beberapa menit setelah saya menekan submit –sudah langsung ada email masuk untuk merespon. Melalui email, kita ngobrol tentang warna-warna yang digunakan di desain; konfirmasi nama, alamat dan sebagainya, untuk meminimalisir kesalahan cetak.

Beberapa hari kemudian, paket berisi kartu nama sudah tiba! Wuih. Mantep juga hasilnya!!

Konsep kartu nama saya adalah kartu dengan sentuhan personal. Bagian depan kartu berisi nama alamat dll standar seperti kartu nama kebanyakan. Nah, di bagian belakang ada si Parampaa sedang mengatakan sesuatu.

Lho. Kok balon dialognya kosong, mas?!

Sengaja memang. Balon dialog ini nantinya akan saya isi dengan pesan-pesan singkat langsung dengan tulisan tangan. Jadi, tiap kartu bakal beda-beda pesannya ~sesuai dengan orang yang saya gauli nanti. Kalau misalnya ketemu dengan temen akrab, saya mungkin akan menulis: “Anytime! Just call me.. Mmuah!” (kok jadinya #murah gini ya? Heuhehue) Trus, kalau misalnya saya ketemu dan kenalan dengan seorang model gitu (misalnyaaaa); maka saya akan keluarkan kartu nama dan pulpen, kemudian menuliskan di bagian kosong itu : “Kamu kiyut banget deh.” #hoek

Punyakah kamu kartu nama yang keren kayak punya saya?

|-)

@csugiono mas.. ini @chikastuff jakarta, bukan chika bandung.. Seleblog nyambi jadi ratu kopdar.. Silakan ditimpuk.. *eh?

Chris Nolan bikin ulah lagi.

Kalau sudah mengenal pilem-pilem dia sebelumnya; seperti Following, Memento atau reboot franchise Batman; pilem Nolan bukan tergolong hiburan yang ringan. Namun juga tidak berat banget sampai terasa membosankan.
Jadi pilem Inception ini tentang apa sih?

Post Navigation