Category Archives: Renungan

Pikir dulu. Bener gak sih hitungan di atas?!

Abuya, jangan bilang Insya Allah!”

“Lho, orang Islam kan harus bilang Insya Allah, kan yang menentukan segalanya adalah Allah!”

“Tapi kenapa setiap dalem minta sesuatu dan Abuya bilang Insya Allah, dalem ndak jadi dibelikan?!?”.

Whaduh!!

Akhir tahun 2009 bener-bener surprise buat saya. Bukan. Bukan surprise ada yang ngasi bunga, dapet hadiah jutaan rupiah atau kejutan didatengin Asmirandah gitu. Bukan yang kayak gitu.

Pertama. Saya bener-bener gak menyangka si Parampaa bisa menghantui ratusan orang pemakai internet untuk memainkan suatu Quiz absurd yang menjengkelkan, ngeselin dan bikin frustrasi.

Awalnya saya gak berniat untuk menyebar game menjengkelkan itu. Lho kenapa, Va?

Indonesia sudah merdeka. Tentu udah jelas. Tapi kalau kita mengklaim diri kita manusia yang bebas sebebas-bebasnya; jelas belum tentu. Kebebasan berbicara, bersikap, berperilaku sangat dihargai di negara kita. Kalau di Pancasila, adab dan pekerti berada di poin kedua. Cukup strict. Coba saja kamu menunjuk muka orang sambil bilang; “Anjing, Lu!!”

Apa yang terjadi?

Ah, paling dibacok . . .

Ulang TahunSaya kemarin mengakses email lama saya (sudah lupa password-nya) di Yahoo dan Gmail, kemudian membuka-buka Inbox dan Sent.  Dan saya meringis tertawa. Menggelikan sekali rasanya, membaca email-email yang saya tulis. Ada perasaan “wtf?!?” yang muncul kala menelusuri bait demi bait tulisan saya sendiri. Lucu. Melihat masa lalu saya yang kek gitu, mengenang memori itu. Betapa naifnya, betapa culun dan betapa tololnya diri saya. Bercurhat dengan kawan yang bahkan sampai sekarang belum pernah saya temui, mengirimkan email iseng dengan subjek gak penting pada sanak saudara, dan menggunakan untuk mendaftar account di forum-forum tertentu.

Saya geli, merasa ingin mengatakan “Astaga!! Konyol banget kamu ini!!” pada sosok diri saya beberapa tahun yang lalu. Dan tentu, dari sana saya mengenang hal-hal lain di luar email-email dari dunia maya itu. Saya mengenang memori dunia nyata: saat saya berantem hanya gara-gara gak dapet kelereng; saat saya mbolos pelajaran guru killer dengan manjat pohon di kebun sekolah; saat saya ketahuan merokok di Pondok –dengan hukuman botak plontos;  saat saya kuliah menelantarkan tugas-tugas nirmana dan tipografi untuk belajar fotografi; saat saya menghabiskan uang hanya untuk nongkrong di Warnet + Game Center; saat saya berlama-lama pulang dari kampus demi untuk nungguin anak Interior yang cakep; dan saat saya mengendarai motor tanpa arah tujuan menyusuri Jogjakarta. Kamu itu ngapain, Vaaaaa?!?!?!

:D

Menjadi tua itu absolut, namun saya tidak kalut. Dari menertawakan diri saya di masa lalu, saya tahu, saya semakin dewasa. Semoga saya bisa menjadi lebih baik untuk tahun-tahun berikutnya. Amin amin amin!!

Soundtrack of the day :

:music:

Post Navigation