Category Archives: Musik

Apa korelasi buah bulet seger berwarna ijo dengan musik?

Jadi gini? Saya sudah mulai berhenti membajak lagu-lagu Indonesia karena; pertama, saya ndak paham lagu-lagu band masa kini; dan kedua, saya masih bisa menemukan CD (fisik) originalnya di toko-toko musik.

Yak, mesti belum sepenuhnya ‘bersih’, tapi saat ini saya sedang berusaha untuk menjauhkan diri dari yang namanya pembajakan. Saya biasanya mengunduh musik, hanya jika tidak menemukan CD originalnya di toko, biasanya lagu-lagu barat jadul atau yang udah langka ~atau karena memang musisinya menyediakan lagunya untuk diunduh secara gratis. (Seperti yang baru-baru ini, single 2011 milik The Strokes)

Banyak yang bilang, ngapain bayar kalau bisa gratis? Ngapain beli lagu, beli CD, atau beli DVD kalo bisa dapetin di internet secara gratis?

Iya? Ngapain coba?

Dirgahayu Indonesia!!!

Kau bisa meledakkan sudut ruangku

Kau bisa merampasi harta bumiku

Tapi kau takkan mampu menghancurkan mimpiku

-

Kau bisa membunuhi tunas rantingku

Kau bisa mengatakan hal buruk tentangku

Tapi kau takkan mampu menggoyahkan jiwaku

Karena aku Indonesia

-

Tapi kau takkan mampu menghancurkan mimpiku

Tapi kau takkan mampu menggoyahkan jiwaku

Karena aku Indonesia

Karena aku Indonesia

-

Karena Aku Indonesia ~ Masova

Terus gimana?

Endah N RhesaNama Endah Widiastuti dan Rhesa Aditya (disingkat Endah N Rhesa) mungkin sangat asing di telinga penikmat musik ‘mainstream’ Indonesia. Sama hal-nya dengan nama Efek Rumah Kaca yang tenggelam oleh ‘wibawa’ ST12, d’Masiv atau Ungu *sigh*–kualitas dua musisi (amat sangat) berbakat ini mungkin masih tertutup nama Prisa atau Maia (well, rasanya saya keliru membandingkan, karena formatnya beda). Hanya beberapa orang yang tahu, dan saya beruntung bisa menjadi salah satu yang sadar akan keberadaan mereka.

Mereka adalah duo akustik; Endah memainkan gitar dan bernyanyi, sementara kekasihnya Rhesa menimpali dengan bass. Anu, susah sekali untuk me-review masing-masing dari pasangan ini. Karena keduanya saling mengisi, ndak bisa dipisahkan. Seandainya Endah main sendirian, tanpa Rhesa –kayaknya ada yang kurang. Begitu pula sebaliknya.

Album mereka “Nowhere to Go”, penuh dengan lagu-lagu folk-jazz berkualitas A+. Saking hebatnya, setelah mendengar semua track –kamu akan merasa ingin sekali bertemu dan menyalami mereka, sambil bilang. “I love you guys!!!”

Trus gimana?

Kamar Gelap

Setelah sangat puas dengan album perdana ERK, saya memutuskan untuk membajak mencari album kedua yang dirilis Desember 2008 kemarin. Setelah dapat, saya transfer di Wella kesayangan saya, kemudian menyimak track-per-track sambil tiduran dan memejamkan mata.

Track pertama, absurd. Track berikutnya lebih absurd.. Kemudian menanjak, Superb!! Mangstap!! Spektakuler!! Mungkin ERK ini adalah satu-satunya band yang tracks-nya eksklusif saya pasang di playlist Wella, menyingkirkan Muse. Huhuiiy.. Aransemen di Kamar Gelap tidaklah gelap. Bahkan lebih terang daripada album pertama, lebih berkembang dari album awal yang sangat minimalis. Mas Cholil lebih meng-eksplor sound gitarnya, tidak seperti di album 1 yang terlihat malu-malu. Semua lagu tracks sangat bergaransi keren, dan beberapa lagu musti saya rewind lagi karena sangat menarik; secara lirik dan musikalitas.

Mana detail reviewnya?!