Category Archives: Comicstrips

Sebelum membahas Dunia Nyata dan Dunia Maya, apa yang ada di pikiran kamu saat membaca kata ‘Netiket’?

Apa itu netiket?

Apaan? Net yang diiket?

Yang ada di atas ini benar-benar kejadian nyata. Tapi ya itu salah sendiri sih, nyebutnya gak lengkap “game developer” atau “graphic designer” gitu. Heuhe. Anyway,  desainer kurang dilihat sebagai suatu pekerjaan, daripada misalnya dokter, atau guru, atau pedagang. Dulu ketika bikin KTP, saya bilang pekerjaan desainer aja diketawain orang sekantor kecamatan. Dih.

Saya teringat saat di kampung halaman. Rembang.

*mata menerawang* *matahari terbenam* *shyuuuuuu*

Gimana, gimana?

“Kalau berteman jangan milih-milih.” adalah salah satu nasehat yang membuat saya bingung. Kalau kita tidak boleh memilih teman ~maka logikanya: kita harus berteman dengan siapapun. Termasuk dengan orang jahat?

Eh?

Saya juga pernah dinasehati: “Bebaskan pikiranmu; beri ruang untuk gagasan-gagasan. Lebih banyak pilihan, lebih mudah buatmu untuk memutuskan.” Kenyataannya; banyaknya pilihan dalam hidup malah bikin saya semakin bingung.

Kaum hawa yang berkunjung ke mall kemudian keluar masuk toko sepatu; bisa jadi dia sedang bingung karena: 1. Tidak menemukan sepatu keren yang cocok dengan selera; atau… 2. Terlalu banyak sepatu yang keren ~dan SEMUANYA cocok dengan selera.

Kita (mungkin) sudah tak terjajah; trus kita jadi merasa bebas. Bebas makan apapun. Bebas berbuat apapun. Namun, apakah itu bikin kita bahagia?

Uummmmm…

Yak! Seperti di postingan sebelumnya, saya sudah ‘membuang’ televisi di kamar saya. Yang berarti saya nggak lagi menonton tayangan dalam bentuk apapun di layar televisi. Sinetron, film, FTV, reality-show, iklan-iklan. Apapun.

Lantas, seorang teman dengan nggak sopan bilang, “Mas.. Asmirandah main sinetron lhoo. Mas, Asmirandah jadi bintang iklan shampoo dan operator lhoo…”

Krab! Saya buka-buka yutub doong. Dan mencari video dengan keyword you-know-who.

Si teman bilang lagi. “Udah lihat?”

“Ini lagi nyari-nyari di yutub.”

“Lho, kok malah nyari di yutub? Tipimu kemana?”

“Udah gak punya tipi. Aah, ceritanya panjang. Buka blogku saja..”

“Yaudah. Mumpung kamu sedang yutuban, lihat iklan ini sekalian…”

Lihat apa, mas?

Saya mencoba mengingat-ngingat; sejak kapan ya (acara) televisi sudah tidak menarik lagi?

Sebab ada masanya di mana televisi menjadi hiburan utama saya; yaitu di jaman anime Saint Seiya saat Putri Athena ketusuk panah di dadanya, jaman McGyver yang sekarat dan era keemasan Kotaro Minami berubah jadi RX, Robo dan Bio. Waktu itu, tiap pulang sekolah rame-rame nongkrong sama temen-temen di depan televisi dan ngobrolin episode minggu lalu dengan seru. Kayaknya, dulu saya hampir tidak pernah absen nonton film-film kegemaran.

Oh saya ingat!!

Ingat apa, Mas?

Post Navigation