Posts Tagged parampaa
#29 : Kebenaran Jangan Diperebutkan
Posted by masova in Comicstrips, Iseng, Renungan on April 4th, 2010
#18 : Birthday
Saya kemarin mengakses email lama saya (sudah lupa password-nya) di Yahoo dan Gmail, kemudian membuka-buka Inbox dan Sent. Dan saya meringis tertawa. Menggelikan sekali rasanya, membaca email-email yang saya tulis. Ada perasaan “wtf?!?” yang muncul kala menelusuri bait demi bait tulisan saya sendiri. Lucu. Melihat masa lalu saya yang kek gitu, mengenang memori itu. Betapa naifnya, betapa culun dan betapa tololnya diri saya. Bercurhat dengan kawan yang bahkan sampai sekarang belum pernah saya temui, mengirimkan email iseng dengan subjek gak penting pada sanak saudara, dan menggunakan untuk mendaftar account di forum-forum tertentu.
Saya geli, merasa ingin mengatakan “Astaga!! Konyol banget kamu ini!!” pada sosok diri saya beberapa tahun yang lalu. Dan tentu, dari sana saya mengenang hal-hal lain di luar email-email dari dunia maya itu. Saya mengenang memori dunia nyata: saat saya berantem hanya gara-gara gak dapet kelereng; saat saya mbolos pelajaran guru killer dengan manjat pohon di kebun sekolah; saat saya ketahuan merokok di Pondok –dengan hukuman botak plontos; saat saya kuliah menelantarkan tugas-tugas nirmana dan tipografi untuk belajar fotografi; saat saya menghabiskan uang hanya untuk nongkrong di Warnet + Game Center; saat saya berlama-lama pulang dari kampus demi untuk nungguin anak Interior yang cakep; dan saat saya mengendarai motor tanpa arah tujuan menyusuri Jogjakarta. Kamu itu ngapain, Vaaaaa?!?!?!
Menjadi tua itu absolut, namun saya tidak kalut. Dari menertawakan diri saya di masa lalu, saya tahu, saya semakin dewasa. Semoga saya bisa menjadi lebih baik untuk tahun-tahun berikutnya. Amin amin amin!!
Soundtrack of the day :
#15 : Endah & Rhesa
Posted by masova in Comicstrips, Musik, Review on May 7th, 2009
Nama Endah Widiastuti dan Rhesa Aditya (disingkat Endah N Rhesa) mungkin sangat asing di telinga penikmat musik ‘mainstream’ Indonesia. Sama hal-nya dengan nama Efek Rumah Kaca yang tenggelam oleh ‘wibawa’ ST12, d’Masiv atau Ungu *sigh*–kualitas dua musisi (amat sangat) berbakat ini mungkin masih tertutup nama Prisa atau Maia (well, rasanya saya keliru membandingkan, karena formatnya beda). Hanya beberapa orang yang tahu, dan saya beruntung bisa menjadi salah satu yang sadar akan keberadaan mereka.
Mereka adalah duo akustik; Endah memainkan gitar dan bernyanyi, sementara kekasihnya Rhesa menimpali dengan bass. Anu, susah sekali untuk me-review masing-masing dari pasangan ini. Karena keduanya saling mengisi, ndak bisa dipisahkan. Seandainya Endah main sendirian, tanpa Rhesa –kayaknya ada yang kurang. Begitu pula sebaliknya.
Album mereka “Nowhere to Go”, penuh dengan lagu-lagu folk-jazz berkualitas A+. Saking hebatnya, setelah mendengar semua track –kamu akan merasa ingin sekali bertemu dan menyalami mereka, sambil bilang. “I love you guys!!!”
#11 : Kain Ijo Tosca
Posted by masova in Comicstrips, Gilak, Renungan on January 31st, 2009

Sore tadi, Abah pergi ke Jogja menghadiri pernikahan Gus Kelik bersama Ibuk, dan kedua Mbak saya. Saya –seperti biasa, ditinggal di rumah. Selain karena banyak tugas, mengajar, dsb –saya juga berniat menjajah barang-barang di rumah. Moahahahaha. Setelah diberi uang saku untuk makan ala kadarnya, mereka berangkat. Oke. Sepertinya tidak ada yang aneh. Kemudian jam 5 sore, saya menemui siswa-siswa yang nyetor hapalan Juz Amma –seperti biasa. Selesai session hapalan itu, hengpon saya berbunyi. Ada SMS.
Ibuk : “Obatnya Abah ketinggalan, Va. Tolong carikan kerabat yg juga pergi ke Jogja, dititipkan.”
Saya bales : “Oke. Oke. Yang di meja makan itu ya?”Ibuk : “Ya. Dimasukin plastik, diiket rapi ya.”
Saya : “Oke, oke.”
Saya ke meja makan, meraih semua yang masuk kategori obat (ada botol, kapsul, pil dan macem-macem) kemudian memasukkannya ke dalam plastik dobel. Rapi. Sipp!! Sekarang tinggal nyari kerabat yang juga diundang Gus Kelik. Belum sempet nyari, Ibuk SMS lagi –bilang ada kerabat bernama Huda yang besok pagi berangkat subuh-subuh. Jadi ada waktu nanti malam untuk mengantarkan titipan obat itu. Oke, saya balas lagi seperti itu –kemudian saya bersiap mandi untuk ritual Maghrib.
Selesai sholat. Saya cek hengpon saya, ada SMS dari Ibuk lagi : “Va, ada yang ketinggalan lagi. Di kamar Ibuk yg bawah, lemari sebelah timur ada kain warna ijo tosca. Paling bawah. Seragam. Bungkus koran, dititipkan sekalian.”
Sekali lagi saya bales, “Oke, oke.” Kemudian saya menuju kamar Ibuk. Membuka lemari. Oke, oke.. Terkunci. Mampuss!!









