
” Abuya, jangan bilang Insya Allah!”
“Lho, orang Islam kan harus bilang Insya Allah, kan yang menentukan segalanya adalah Allah!”
“Tapi kenapa setiap dalem minta sesuatu dan Abuya bilang Insya Allah, dalem ndak jadi dibelikan?!?”.
Tadi adalah percakapan antara keponakan saya yang berumur 6 tahun dan ayah-nya (kakak ipar saya). Menohok.
Insya Allah –tentu saja– dari bahasa arab : “in”, “sya’a” , dan “Allah”. “In” adalah kata penghubung, satu kasta dengan in, for, from, by (dalam inggris). Sya’a Allah, berarti : kehendak Allah. Maka, frase itu bermakna “atas kehendak Allah” atau “jika Allah berkehendak“.
Sesuai makna aselinya, frase “insya allah” ini digunakan sebagai pelengkap suatu statemen positif “Ya!”, “Benar!”, “Oke!”, “Bisa!!”, dan semacamnya. Itu menjadi doa atas sesuatu yang kita rencanakan. Karena sebagai ‘pelengkap’, maka lazimnya –diucapkan SETELAH statemen. Karena doa selalu datang setelah ada usaha. Gitu kan yah?
“Desain poster kapan jadinya?! Besok bisa?”
“Woh, iya bisa!! Insya Allah..”
“Bro, besok bisa ikut sesi pemotretan Asmirandah?!”
“Bisa! Bisa!! Insya Allah, bisa!! “
Kata “iya” dan “bisa” menjadi usaha si pelaku mewujudkan rencananya, dan “insya allah” menjadi doa-nya. Idealnya seperti itu.
Uniknya, di masyarakat kita. Insya Allah udah gak bermakna ‘positif’ melainkan justru cenderung ‘negatif’. Suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan penolakan, keraguan, ke-enggan-an atau ketidak-siapan secara halus. Dan seringkali diletakkan di depan –sebelum statemen, –plus erangan.
“Kaos pesenanku dateng kapan, mas? “
“Ngggg, insya allah, tiga hari!!”
“Bro, besok bisa ikut sesi kedua seminar dan rapat!”
“Ngggg, insya allah… Insya allah bisa, bisa..”
Kalo ditelusuri, maka maknanya menjadi : “Kalo Tuhan berkehendak, maka iya bisa”. Seolah-olah menyerahkan dan ‘menyalahkan’ Tuhan jika nanti statemen ‘iya’-nya ngga terwujud. Membebaskan diri dari perasaan guilty karena mengecewakan lawan bicara. Ketika esok hari ditanya, tentu berkelit dan berdalih; “Kemaren aku udah bilang ‘insya allah’ kan. Sorry ya..”
Hari gini, insya allah udah bermakna : “Nggak janji lho yaaaa”.
Yang menyedihkan, saking kelirunya kita memaknai “insya allah” –banyak yang kemudian menolak dikasih ucapan itu. Misalnya ya, ada yang bilang dengan tulus. “Oke!! Entar aku temenin kamu belanja, insya allah!!” kemudian direspon balik dengan. “Halah!! Jangan insya allah, insya allah dong!! Meragukan tauk! Yang pasti-pasti aja! Bisa nggak? “
Familiar?
Budaya kita memang terpuji, sangat sopan dan halus. Kita nggak ingin mengecewakan orang dengan janji-janji –yang kita TAHU tidak bisa kita tepati. Kemudian kita menyelimuti janji kita dengan selimut ‘insya allah’; dengan tujuan –meski gak bisa dipenuhi, tentu bisa dimaafkan karena Tuhan berkehendak lain. Bisa dimaafkan karena kalimat sakti; “insya allah”.
Kita manusia –mahluk yang cenderung bergantung pada harapan. Janji dengan ‘Insya Allah’ mengandung harapan. Dan betapa menyakitkannya ketika suatu harapan itu hilang. Alih-alih tidak ingin mengecewakan, kita justru melipat-gandakan kekecewaan yang diderita kawan atau kerabat yang kita kasih “Insya allah” tadi.
Kita belum berusaha, tapi udah menggantungkan rencana pada Tuhan.
Kenapa kita nggak berterus terang, banyak ungkapan halus tanpa perlu mencatut nama Tuhan kan?
-
-
Atau, gimana?






#1 by masova - January 28th, 2010 at 15:51
Saya insya allah akan lebih sering update..
Respon
antown Reply:
February 9th, 2010 at 4:45 pm
iyah, apdet, kang hehe
biar inyong iso mampir jugak hehe
Respon
#2 by suzan - January 28th, 2010 at 15:55
Insya Allah yang mana dulu nih … Insya Allah orang Indonesia 99 persen tidak jadi dan 1 persen jadi
, nah kalo Insya Allah Islam 99 persen jadi dan 1 persen baru tidak jadi
Respon
laras Reply:
March 13th, 2010 at 10:46 am
iya betul sekali. orang indonesia seperti membuat peraturan sendiri dalam Islam
Respon
vny Reply:
March 13th, 2010 at 11:21 pm
ho’oh…
stuju bgt mbak…
Respon
#3 by Bantal - January 28th, 2010 at 16:26
Haha, betul sekali.
Walau aku bukan Islam, tapi sering juga aku mendengar Insya Allah digunakan di kehidupan sehari hari.
Tapi ngga hanya Insya Allah sih. Kata kata lain seperti Ya Tuhan / Ya Allah (untuk mengungkapkan kejengkelan)… Demi Tuhan (untuk meyakinkan, alias bersumpah), aku hampir ngga pernah memakainya.
Nggak terlalu strict sih, hanya saja “Jangan menyebut nama Allah dengan sia sia” selalu terngiang di hati ku
Tapi memang sih, kebanyakan Insya Allah = Semoga. Hehehe…
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:05 pm
Nah iya. Itu dia..
Penggunaan nama Tuhan sebagai ‘kedok’ untuk menutupi itu lhoo.. huhuhu..
Bener tuh, ‘jangan terlalu mengumbar nama Tuhan dengan sia-sia’..
Kayak para teroris; “Allahu Akbar, duaaarrr..” Apanya yang Allahu akbar. Huhuhu.. Palsu abiss!!
Respon
#4 by icit - January 28th, 2010 at 16:34
ini komen ptama saya disini,saya mau coba iconnya parampa… lucu
komennya: pemakaian Insya Allah orang indonesia ngacoo…..
btw,kalo nyang komik ini karakternya diambil dari blogger yang mana om ova?
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:06 pm
monggo monggo, dipakai ajaa..
karakter cewek itu? coba tebak siapaa.. hehehe..
Respon
#5 by ilham - January 28th, 2010 at 18:10
mas mustova, saya senang sekali ama gamenya, keren abis, nyebelin kadang tapi keren keren bangeet, aku fans
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:07 pm
saya gak terbiasa dipanggil mustova, hehe, cukup masova ajaaa.. hehehehe..
makasih yaaa..
Respon
#6 by Mufid - January 28th, 2010 at 18:25
Wah nice post pak
Btw saya ada guru non-islam, pernah bilang suatu hal yang objektif tentang kata “Insya Allah” (karena ada yang nyeletuk “Insya Allah” setelah guru itu ngasih tugas). Gak SARA sih penjelasan dia, objektif, cuman jadi agak gak enak aja dikritik ama “tetangga”.
Respon
#7 by kosuke91 - January 28th, 2010 at 18:44
Kok #26 mas? bukannya #28 yah?
Banyak kesalahgunaan kata INSYA ALLAH di Indonesia sih mas
Respon
masova Reply:
January 28th, 2010 at 6:54 pm
Woooh iyaaaaa… #28 yaa..
makasih diingetkannn… hehehehe..
Respon
kosuke91 Reply:
February 3rd, 2010 at 9:29 pm
Hehehe sama-sama mas
Respon
#8 by Kikit - January 28th, 2010 at 18:57
Komen saya tadi kemana ya, mas?
Semoga Allah selalu memudahkan langkah dan rencana kita sehingga tidak perlu menjadikan “Insya Allah” sebagai guyonan semata. Bener ndak, mas? Hehehe!
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:10 pm
hehehe.. iya tuh bener banget!!
mending insya allah dalam hati; kan Dia udah tau.. Kalo buat manusia; mereka taunya dalam omongan, “Ya” ato “Tidak”.. Gitu aja sih..
Respon
#9 by dita.gigi - January 28th, 2010 at 19:03
insyaallah orang indonesia mah gitu deh artinya… flexibel banget…
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:15 pm
orang Indonesia yang baik tentu gak gitu, dit..
tegas..
Respon
#10 by ndha - January 28th, 2010 at 20:20
Nice post mas

yup, saya sering jengkel ketika saya berjanji kepada salah seorang teman saya disertai kata “Insya Allah” dan teman saya langsung mengkritik “jangan Insya Allah dong, harus bisa loh, janji ya!”
Padahal Insya Allah itu kan sudah pasti 99% saya bakal menepati janji tsb, tapi sisanya tetap Allah lah yg berkehendak,,
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:21 pm
nah itu dia..
bilang “iya.” dengan tegas dulu, baru insya allah..
tapi kadang tetep saja ya dikritik, huhuhu..
Respon
#11 by elia|bintang - January 29th, 2010 at 06:53
itulah yang terjadi saat keagamaan bercampur kebudayaan
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:22 pm
tidak semuanya ‘keliru’ kok el..
ada beberapa budaya kita yang ‘mesra’ dengan agama.. hehehe..
Respon
#12 by Chic - January 29th, 2010 at 10:34
aduh iya, ucapan keponakan mu itu menohok Va, sayangnya anak kecil memang selalu jujur apa adanya.
well ya, that’s it! The ugly truth..
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:23 pm
hati2 lho, mbak..
nanti kalo vio udah bisa nyeletuk2 gitu, pasti menohok banyak pihak.. hahahag..
Respon
#13 by ocha - January 29th, 2010 at 12:24
itu kan biasa buat warga negeri ini…mengkhawatirkan sekali
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:23 pm
mari dirubah, dimulai dari diri sendiri..
Respon
#14 by cK - January 29th, 2010 at 12:28
terima kasih postingannya va, sangat mencerahkan.
btw itu model di komikstrip siapa ya? *penasaran*
Respon
dilla Reply:
January 29th, 2010 at 1:04 pm
yg pasti bukan dirimu chik
Respon
cK Reply:
January 29th, 2010 at 3:50 pm
dan bukan dirimu juga dil… *kalem*
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:24 pm
terima kasih, chika atas pujiannya..
juga mencerahkan..
btw, itu modelnya gak tau.. siapa yaaaaa.. *okok*
Respon
#15 by nada - January 29th, 2010 at 12:54
si naji emang cerdas ya? insya Allah sekali, *halah* nanti jadi anak pintar seperti omnya.
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:25 pm
Amiiiiiiiiiiiiiiiiinnnn…
Hehehehe..
Respon
#16 by dilla - January 29th, 2010 at 13:03
saya kalo insya Allah dipake kalo fifty-fifty antara iya dan nggak
*eh boleh ga si?*
Respon
masova Reply:
January 29th, 2010 at 2:26 pm
selama masih ada niat dan usaha, sih oke-oke saja, ndill.. hehehe..
yg jadi masalah jika kita merasa ogah dan males, kemudian menutupinya dengan “insya allah yaaaa..”
Respon
#17 by warm - January 29th, 2010 at 21:09
insya Allah, saya kesini lagi buat ngasih komen
Respon
#18 by akhy - January 29th, 2010 at 22:04
oke insyaallah saya akan mampir ke sini lagi kapan-kapan (ninja)
Respon
#19 by yusuf - January 30th, 2010 at 20:29
kang..ijin copy tlisanmu ini y…
mo tak share di forum laen, insyaAllah…
Respon
#20 by p49it - January 31st, 2010 at 21:52
Bos saya yang seorang ekspatriat itu sekarang kalau janji-janji sering menggunakan tambahan kata tersebut. Usut punya usut ternyata menyontek koleganya yang orang Indonesia
Dan dia berkesimpulan, kalau kata itu disebut berarti rencana akan seratus persen batal
Respon
#21 by hanif IM - February 1st, 2010 at 07:12
wah, pemaknaannya sudah jauh berbeda yah. hehe…
btw, themenya sama nih, saya juga penggemar digital nature, hehe…
Respon
#22 by khuclukz - February 2nd, 2010 at 11:56
insya allah komen.. deh..
eh udah komen ya.. berarti gak insya allah lagi…
*salam kenal masova
Respon
#23 by ndop - February 3rd, 2010 at 08:22
Benul setuju mas…
Eh, kok…emoticone apik apik… heheheh….
sing iki koyok aku:
masnya dari mana to asalnya, kok ndak disebutin di about?
Respon
#24 by venus - February 3rd, 2010 at 23:18
nganu…tanpa bermaksud yang gimana2, insya Alla di indonesia artinya emang “TIDAK”
Respon
#25 by wince - February 4th, 2010 at 00:02
satu kata : MANTAP.
Respon
#26 by andriz - February 4th, 2010 at 02:42
insya allah aku g sesumbar mengucapkan insya allah
Respon
#27 by edit - February 4th, 2010 at 18:01
bagus tuh celotehan. berilmiah, siapa yah yang berinspirasi seperti itu
Respon
#28 by oelpha - February 5th, 2010 at 09:59
Insya Allah “Insya Allah” saya Insya Allah beneran kok mas..
Respon
#29 by divaa - February 5th, 2010 at 20:41
Respon
#30 by Ina - February 6th, 2010 at 15:27
jadi ingat ama seseorg.
Respon
#31 by mumolabs - February 7th, 2010 at 04:18
Respon
#32 by rara - February 8th, 2010 at 17:40
insya allah itu artinya ngga janji ya?
Respon
#33 by putrago - February 11th, 2010 at 00:46
eh salam kenal dan salam blogger ya, btw mampir2 ke blogku ya
Respon
#34 by jasmine - February 13th, 2010 at 12:38
quiz parampaa beta 2 maksudnya apa?
Respon
#35 by dhebu - February 13th, 2010 at 13:06
Insya Allahnya orang Indonesia ga bsa dipegang..
kunjungan prtma..lam kenal
(gambarnya luchu)
Respon
#36 by ridu - February 13th, 2010 at 14:15
Respon
#37 by wibisono - February 15th, 2010 at 02:11
INsyaAllah menurut orang indonesia itu ya bisa tidak dan bisa ya.. fleksibel..
salam kenal..
Respon
#38 by ninit - February 15th, 2010 at 03:26
kemaren kata insya allah saya ditolak, dengan alasan yang sama… “tidak meyakinkan”
padahal saya bilangnya “senin besok aku bisa ke rumah mu, insya Allah”
saya pernah dapet penjelasan itu somewhere, di tipi, kalo insya Allah itu bermakna positif, bukan negatif… tapi siapa yang nyampein ya..
Respon
#39 by darahbiroe - February 16th, 2010 at 11:36
INSYAALLAH saya juga akan sering comment n mmpir disini heheh
Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih
Respon
#40 by gilang - February 19th, 2010 at 13:47
hahah… jangan asal insya Allah deh….
Respon
#41 by lidha - February 19th, 2010 at 20:31
wah..kena bgt,,sy sering bilang “insyaAllah”-menurut versi aslinya- dan sring diprotes krna dianggap ada niatan ngelanggar janji,pdhl kan nggaaaakk…
Respon
#42 by Richard Fang @ Jurus Grafis - February 19th, 2010 at 23:07
hehehe bener banget tuh, gue termasuk yang sering nanya lagi klo temen gue ada yg bilang Insya Allah
” iya atau engga?” kan lebih simple dan pasti hehehe
lagian bener juga tuh, klo sering2 pake Insya Allah akhirnya jadi kayak maen Final Fantasy, untuk ngalahin musuh yang cupu tapi summon behemot XP
Respon
#43 by Pastalia - February 20th, 2010 at 09:12
Hey, bisa ga sih nulis Insya Allah, bukan pake ‘a’ kecil saat anda menulis nama Tuhan! kalau perlu tulis, “Insya ALLAH”
Respon
#44 by Siddiq Basid - February 20th, 2010 at 13:32
NB : Game Parampanya juga keren..
Respon
#45 by lalalalla - February 24th, 2010 at 19:59
maksudnya itu insyaallah jadi
Respon
#46 by siapa aja boleh (”,) - February 27th, 2010 at 12:05
jd insha allah itu harus pke embel2 iya ato ga ya?
————————
numpang isi emoticonnya
Respon
#47 by orthevie - February 28th, 2010 at 07:32
HOOHOHOHOHO…………
INSYA ALLAH………….
Respon
#48 by macangadungan - March 3rd, 2010 at 17:45
waaahhh blognya seru!
komiknya lucu2. makasih ya udah mampir ke blog saya, jadi dapet blog seru lagi 
*cari2 tombol subscribe*
Respon
#49 by Jauhari - March 12th, 2010 at 07:09
Insya Allah di Negeri kita cenderung tidak
Respon
#50 by minomino - March 13th, 2010 at 15:02
hhaaaa…iya…iya…Insya Alloh
Respon