<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catetan Masova</title>
	<atom:link href="http://www.mustova.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mustova.com</link>
	<description>di mana hal-hal buruk menjadi indah, dan mungkin juga sebaliknya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2010 10:34:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title># 32 : Merdeka di bulan Ramadan</title>
		<link>http://www.mustova.com/?p=656</link>
		<comments>http://www.mustova.com/?p=656#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 10:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mustova.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[
Ramadan, dari kata ramada &#8211; yarmidu (bahasa apa mas? bahasa timbuktu, dek!! Ya bahasa arab, laah). Maknanya &#8216;panas, gerah, berat&#8217;. Ini untuk menyebut suatu kondisi musim yang panas menyengat di mana Ramadan itu tiba.
Di Indonesia, Ramadan tahun ini bertepatan dengan bulan Agustus &#8211;yang tentu kita tau, adalah bulan perayaan kemerdekaan negara kita tercintah. Sepertinya asyik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="ramadan" src="http://farm5.static.flickr.com/4116/4893586634_0bf05509e8_b.jpg" alt="" width="320" height="889" /></p>
<p>Ramadan, dari kata <em>ramada &#8211; yarmidu</em> (bahasa apa mas? bahasa timbuktu, dek!! Ya bahasa arab, laah). Maknanya<em> &#8216;panas, gerah, berat&#8217;</em>. Ini untuk menyebut suatu kondisi musim yang panas menyengat di mana Ramadan itu tiba.</p>
<p>Di Indonesia, Ramadan tahun ini bertepatan dengan bulan Agustus &#8211;yang tentu kita tau, adalah bulan perayaan kemerdekaan negara kita tercintah. Sepertinya asyik banget yah. Merayakan party tujuh belasan sekalian dengan puasa. Seru, sekaligus berpahala.</p>
<p>Ironisnya, ternyata Ramadan tidak benar-benar merdeka. Malah, ada beberapa pihak yang justru membelenggu kemerdekaan. Misalnya, kasus warung-warung makan yang dipaksa tutup ketika siang hari. Atau tempat-tempat hiburan yang bukan hanya ditutup, tapi dirusak dan dihancurkan.</p>
<p> <img src='http://www.mustova.com/wp-includes/images/smilies/dies.gif' alt=':dies:' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-656"></span></p>
<p>Puasa,<em> as far as I known</em>, adalah ibadah personal. Meskipun dikerjakan bareng-bareng bersama keluarga, teman dan orang-orang Islam sedunia &#8211;ibadah puasa itu dilakukan secara individual. Maksudnyah, puasa yang saya kerjakan gak ada kaitannya dengan orang lain. Saya laper, yang laper saya sendiri.</p>
<p>Namun, yeah, ada beberapa orang yang ngerasa kalau puasa itu harus berame-rame. <em>Ane puasa, ente juga harus puasa! Ente gak boleh makan! Gak boleh maksiyat!! Gak boleh goda-godain ane!!!!</em></p>
<p>LAH?! <span><span><span>Puasa itu kan MENAHAN godaan, bukan MENGHILANGKAN godaan.</span></span></span></p>
<p><span><span><span>Enak banget yah keknya, puasa petentang-petenteng gak ada godaan. Di sekeliling, semua orang juga pada berpuasa. Tinggal menjalani saja, bersama-sama. Gak seru!</span></span></span></p>
<p><span><span><span>&#8216;Orang-orang itu&#8217; paham sekali bahwa mayoritas agama di Indonesia itu Islam, kemudian mungkin tanpa sadar merasa bahwa negara ini adalah negara Islam. Mereka engga pernah merasakan menjadi minoritas. Coba sekali-kali mereka dikirim <em>pasanan </em>di pulau Bali.<br />
</span></span></span></p>
<p><span><span><span>Coba mereka merasakan, seperti cerita <a title="iphann" href="http://twitter.com/iphann" target="_blank"> Iphann</a> yang pernah tinggal di Bali. Kemarin dia sempat men-twit-kan sekelumit cerita tentang kehidupan Ramadan di Bali. Bagaimana  godaan puasa di pulau dewata yang sungguh luar biasa: restoran fast food gak perlu pake  tirai, warung tetep buka, dsb. Teman-teman Iphan di Bali juga sangat menghargai. Misalnya ketika, tanpa sadar makan di  waktu istirahat sekolah &#8211;mereka langsung minta maaf. Mereka penuh toleransi. Gak pernah gangguin orang yang puasa. </span></span></span><span><span><span>Bagi yang puasa? Biasa aja. Udah punya iman!! </span></span></span></p>
<p><span><span><span>Lha ini sepertinya kebalik; orang-orang yang berpuasa malah justru gangguin orang-orang yang engga berpuasa. Ngerusak seenaknya. Maksa nutup warung seenaknya. Bahkan di suatu daerah, <a title="instruksi" href="hhttp://www1.kompas.com/read/xml/2010/08/05/02400963/bos.warung.muslim-non.muslim.harus.tutup" target="_blank">ada aturannya dari Pemerintah</a>. Wow!<br />
</span></span></span></p>
<p><span><span><span>Memang situ aja yang puasa? Mereka yang sakit, mereka yang musafir gimana, mereka yang engga dikenai kewajiban puasa gimana? Saya bingung, tujuan dan alasan maksa warung ditutup ini apaa?</span></span></span></p>
<p>Abah saya menyebutnya sebagai<em><strong> </strong>&#8220;kekerdilan diri&#8221; </em>atau tidak percaya   diri. Tidak percaya bisa kuat puasa kalau ada warung yang buka.</p>
<p>Abah juga bilang; padahal kalau warung banyak yang buka dan kita tetap melaksanakan   ibadah puasa, berarti makna pengendalian diri kita menjadi lebih.   Artinya, kita memang betul-betul mampu mengendalikan diri. Tidak ada urusan, kita meminta orang lain untuk membantu puasa kita. Puasa sendiri   kok minta bantuan orang lain?</p>
<p><em>Loh, tapi Ramadan ini kan suci! Kita perlu menghormati bulan Ramadan!</em></p>
<p>Oh, please. Tanpa perlu kita hormati, dari duluuuu &#8211;Ramadan itu juga udah suci. Udah mulia tanpa perlu dimuliakan. Sama kayak kita  mengecat emas dengan cat warna emas, gak guna banget kan?</p>
<p>Kenapa di saat Ramadan, dan bahkan di saat perayaan kemerdekaan Indonesia malah ada warga yang merasa tidak merdeka? Ada yang merasa kerdil, ada yang merasa enggak percaya diri..</p>
<p>Hayoo. Apakah kita sudah benar-benar merdeka?</p>
<p> <img src='http://www.mustova.com/wp-includes/images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mustova.com/?feed=rss2&amp;p=656</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#31 : Inception</title>
		<link>http://www.mustova.com/?p=644</link>
		<comments>http://www.mustova.com/?p=644#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 06:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Comicstrips]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mustova.com/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[
Chris Nolan bikin ulah lagi.
Kalau sudah mengenal pilem-pilem dia sebelumnya; seperti Following, Memento atau reboot franchise Batman; pilem Nolan bukan tergolong hiburan yang ringan. Namun juga tidak berat banget sampai terasa membosankan.

Jadi pilem Inception ini tentang apa sih?
Ketika kita bermimpi; alam bawah sadar kita bekerja. Kita membangun dunia kita sendiri. Dalam tidur, kita melihat memori, kenangan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="DreamShare" src="http://farm5.static.flickr.com/4139/4807830004_1e6461d0cc_b.jpg" alt="" width="320" height="892" /></p>
<p>Chris Nolan bikin ulah lagi.</p>
<p>Kalau sudah mengenal pilem-pilem dia sebelumnya; seperti Following, Memento atau reboot franchise Batman; pilem Nolan bukan tergolong hiburan yang ringan. Namun juga tidak berat banget sampai terasa membosankan.<br />
<span id="more-644"></span><br />
Jadi pilem Inception ini tentang apa sih?</p>
<p>Ketika kita bermimpi; alam bawah sadar kita bekerja. Kita membangun dunia kita sendiri. Dalam tidur, kita melihat memori, kenangan, ide, gagasan; semua yang ada di dalam pikiran kita muncul.</p>
<p>Namun, bagaimana jika apa yang kita lihat itu ternyata BUKAN mimpi kita?</p>
<p>Karena ada sekelompok orang yang ahli merancang mimpi. Mereka bisa menculik, kemudian membius dan &#8216;memaksa&#8217; kita untuk memasuki mimpi yang telah mereka bangun.</p>
<p>Di Jepang, dalam perjalanan di atas rel kereta api, Cobb (diperankan Leonardo diCaprio) bersama tim-nya membius Saito (Ken Watanabe) dan menyusup ke dalam kepalanya untuk mencuri gagasan rahasia dari pikiran Saito. Sayang, karena Cobb sendiri lah yang membangun dunia mimpi itu; maka proyeksi-proyeksi yang ada di kepalanya tanpa sadar ikut muncul. Istrinya, Mal (Marion Cotillard) yang telah meninggal, datang dalam bentuk kenangan; mengacaukan rencana dan misi mereka. Semuanya terjaga.</p>
<p>Namun Cobb sudah menyiapkan mimpi di dalam mimpi.</p>
<p>Ketika semuanya membuka mata, sebenarnya mereka masih berada di dalam mimpi yang lain. Semua berjalan hampir sempurna, ketika ada detail kecil yang luput diperhatikan oleh Arthur (Joseph Gordon-Levitt) ~yang menyebabkan target mereka sadar bahwa dirinya masih bermimpi.</p>
<p>Ketahuan dan gagal; mereka bergegas kabur. Namun Saito menemukan Cobb, dan menawarkan dia suatu misi yang hampir mustahil dilakukan: Inception!! Kebalikan dari misi awal &#8211;yang mencuri ide dari kepala kita, misi Insepsi ini adalah menanamkan ide ke dalam pikiran kita. Dalam kasus ini, Saito ingin Cobb menanamkan ide ke dalam kepala Fischer, saingan perusahaannya.</p>
<p>Prosesnya tetap sama; mengunakan DreamShare, memaksa target untuk memasuki dunia mimpi &#8211;bahkan mimpi di dalam mimpi di dalam mimpi. Tidak ingin kegagalan sebelumnya terulang &#8211;proyeksi istrinya datang mengacau&#8211;, Cobb merekrut seorang mahasiswi jenius, Ariadne (Ellen Page) untuk merancang dunia mimpi yang akan digunakan dalam misi insepsi ini. Terakhir, dia merekrut seorang ahli obat bius anestesi dan seorang penyamar untuk mendukung keseluruhan rencana.</p>
<p>Dunia mimpi yang bertingkat di Inception ini saling berkaitan; mirip permainan menyusun piramid dari kartu.  Semakin ke atas semakin rawan. Jika kartu (atau mimpi) yang bawah disenggol; yang atas ikut goyang. Nolan menyusun kartu-kartu sampai tinggi banget; dan ketika udah rentan dia menambahkan lagi satu tingkat di atasnya. Mencekam!!</p>
<p>Kisah yang awalnya agak lambat, bergulir menjadi adegan-adegan padat  yang memukau. Khas Nolan; mengumbar clue dan detail di mana-mana tanpa memberi penjelasan, &#8216;memaksa&#8217; penonton untuk tidak berkedip dan memahami sendiri apa yang telah mereka saksikan. Akting para pemain sangat keren &#8211;meski Leonardo diCaprio selalu mengingatkan saya pada perannya di Titanic&#8211;; visual effect yang memukau (terutama adegan-adegan Arthur beraksi di hotel); dan scoring musik yang bikin merinding dari sang dewa Hans Zimmer. Dahsyat!</p>
<p>Diakhiri dengan ending yang bercabang; Nolan berhasil, &#8211;sangat berhasil&#8211; menggelitik pikiran dan emosi penonton sehingga  meski telah beranjak dari bangku bioskop; kita akan terus berpikir dan bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.</p>
<p>Bahkan mungkin berhari-hari seperti yang saya alami.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mustova.com/?feed=rss2&amp;p=644</wfw:commentRss>
		<slash:comments>60</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#30 : Komik, Anime dan Games</title>
		<link>http://www.mustova.com/?p=620</link>
		<comments>http://www.mustova.com/?p=620#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 04:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Comicstrips]]></category>
		<category><![CDATA[Gilak]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[ESRB]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[PG-13]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mustova.com/?p=620</guid>
		<description><![CDATA[
Ada yang aneh di masyarakat kita. Saya seringkali diceletukin seperti comicstrip di atas; kadang lebih nylekit. Seperti, &#8220;Astagaa!!  Udah lulus kuliah, bacaannya masih komik?! Ck ck ck ck.&#8221; atau &#8220;Ya Allah, umur segini kamu masih nonton pilem kartun?!? PILEM KARTUN?!&#8221;
Apa ada yang salah dengan saya? Apa menjadi dewasa kemudian harus serius? Bacaannya harus novel atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Komik, Animasi dan Game" src="http://farm2.static.flickr.com/1192/4610882488_67722937dd_o.png" alt="" width="320" height="898" /></p>
<p>Ada yang aneh di masyarakat kita. Saya seringkali diceletukin seperti comicstrip di atas; kadang lebih nylekit. Seperti, <em>&#8220;Astagaa!!  Udah lulus kuliah, bacaannya masih komik?! Ck ck ck ck.&#8221;</em> atau<em> &#8220;Ya Allah, umur segini kamu masih nonton pilem kartun?!? PILEM KARTUN?!&#8221;</em></p>
<p>Apa ada yang salah dengan saya? Apa menjadi dewasa kemudian harus serius? Bacaannya <strong>harus</strong> novel atau buku ilmiah, tontonannya<strong> harus</strong> film drama?</p>
<p><span id="more-620"></span></p>
<p>Oh, please&#8230;</p>
<p>Ada yang aneh di masyarakat kita. Selalu. Yang dipermasalahkan adalah &#8216;cover&#8217;, bukan isi. Yang diributkan adalah kemasakan tampak luar secara sekilas; tanpa berusaha memahami kandungan esensinya. *Cieh, bahasanya*. Misalnya ya, jika mereka sekilas melihat anaknya membaca manga berjudul<a title="Adaptasi dari Musashi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vagabond" target="_blank"> Vagabond</a> (Takehiko Inoue)  &#8211;mereka akan membiarkan.<em> &#8220;Ah, komik gituan. Samurai2. Bacaan ringan.&#8221;</em></p>
<p>Padahal itu adalah komik untuk Dewasa. Memang, sudah ada sensor dari Level Comics (penerbit resmi di Indonesia) &#8211;namun tetap; Vagabond <strong>bukan </strong>bacaan buat anak-anak. Beberapa komik keluaran Level, (seperti Homonculus, Psychometrist Eiji  dll) yang jelas-jelas di-rating &#8216;Dewasa&#8217; beredar dengan bebas.</p>
<p>Coba lihat di sudut rak di Gramedia. Saya yakin pasti ada anak-anak (SD, SMP) yang nongkrong membaca-baca komik yang tidak sesuai umur mereka. Judul-judul populer seperti One Piece, Naruto, Bleach, Deathnote yang memiliki rating REMAJA juga dikonsumsi oleh anak-anak SD yang belum baligh.</p>
<p>Namun, komik masih mending.  Bagaimana dengan pilem animasi / kartun?! Olala. Mungkin; jarang sekali ada orang tua yang menemani anaknya nonton animasi (atau anime) di layar tipi; padahal udah jelas ada tulisan BO : Bimbingan Orangtua. Mereka mungkin mikirnya, <em>&#8220;Ah pilem kartun ~cocok buat anak-anak. Gak mungkin berbahaya!&#8221;</em></p>
<p>Padahal yah, adegan pilem animasi justru jauh lebih brutal daripada pilem biasa. Adegan yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia secara nyata bisa dilakukan di pilem animasi.</p>
<p>Dan kalau tidak salah, One Piece, Naruto, Bleach, Samurai X, Detektif Conan dan kawan-kawan itu PG-13. Yup. Parental Guide 13 years and over. Kenyataannya, balita dan anak-anak SD bebas sekali nonton. Kemudian mereka membahasnya di sekolah, pura-pura berantem atau meniru adegan di tipi.</p>
<p>Ini sama kayak para orang-tua yang membiarkan anak-anak mereka nonton  The Dark Knight di biskup. Mereka cuma melihat luarnya, <em>&#8220;Oh, pilem  Batman ini! Gak papa ah ngajak anak-anak nonton.&#8221; </em>~dan baru sadar ketika Joker membuat anak-anak mereka menangis ketakutan.</p>
<p>Maka, saaaangat aneh jika ada yang nyeletuk dan ngetawain (&#8221;Umur berapa kamu?!?&#8221;) saat saya sedang membaca <a title="Gutarara Sudarara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/20th_Century_Boys" target="_blank">20th Century Boys</a>, atau nonton <a title="D'oh!!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/The_Simpsons" target="_blank">The Simpsons</a>. Homer pun pastinya langsung bilang, &#8220;D&#8217;oh!!!!&#8221;</p>
<p> <img src='http://www.mustova.com/wp-includes/images/smilies/dies.gif' alt=':dies:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Untuk &#8216;games&#8217;  gimana, Mas? </em></p>
<p>Setali tiga uang. Ada yang aneh di masyarakat kita!!</p>
<p>ESRB (<em>Entertainment Software Rating Board)</em> mengeluarkan rating yang cukup strict. Namun coba lihatlah di rental-rental PS. Anak-anak kecil SD bebas main gulat WWF  atau Grand Theft Auto. Yoi. Dar der dor!! Mereka menggerakkan tokoh mereka untuk saling menghajar, merampok dan membantai orang.</p>
<p>Saya ketika sedang memainkan game brutal (seperti Assassin&#8217;s Creed atau Resident Evil yang penuh darah) langsung seketika memijit shortcut pindah ke desktop; ketika ada keponakan yang masuk kamar. Yeah, bukan saya pelit. Tapi keponakan-keponakan saya masih di bawah 13 jeh. Jika mereka ingin main game, saya pun memberikan game-game casual dari Pop Cap, atau yang semacam Spongebob Bubbles gitu.</p>
<p>( Oh ya. Saya kemudian memberikan Disclaimer pada game saya <a title="Quiz Parampaa" href="http://parampaa.net" target="_blank">Quiz Parampaa</a>; agar para orang-tua menemani anak mereka saat memainkannya.  Seorang Ibu  melaporkan anaknya sampai menangis karena ada &#8216;kejutan&#8217; di level berapa gitu. Ampun!! )</p>
<p> <img src='http://www.mustova.com/wp-includes/images/smilies/nyesel.gif' alt=':-w' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Okay. Kembali ke rating. Hmmm, tidak melulu merujuk ke entertainment. Ternyata semua hal itu ada rating-nya yah. Mulai dari minuman, makanan (pernah baca: &#8220;Tidak cocok untuk anak di bawah umur 3 tahun.&#8221; ?) rokok, obat, lagu, website (tau khan kalau Facebook itu musti 13th ke atas?),  lokasi, buku, omongan, diskusi, dan bahkan. . . *uhuk* cinta.</p>
<p>Jika ada seseorang mengucapkan cinta; hati-hati. Lihat rating-nya. Teliti. Apakah &#8216;tontonan&#8217; cinta yang dia berikan itu cinta sekilas? Cinta main-main? Serius?! Apakah rating cintanya itu &#8216;Semua Umur&#8217;, &#8216;Bimbingan Orang Tua&#8217; atau cinta &#8216;Dewasa&#8217;?!</p>
<p>Hasyah. Malah jadi kemana-mana. Hahag.</p>
<p>So, rating-lah sendiri hal-hal yang akan kita berikan pada diri sendiri ~dan pada orang-orang terdekat yang kita sayangi.</p>
<p>Be careful..</p>
<p> <img src='http://www.mustova.com/wp-includes/images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mustova.com/?feed=rss2&amp;p=620</wfw:commentRss>
		<slash:comments>160</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#29 : Kebenaran Jangan Diperebutkan</title>
		<link>http://www.mustova.com/?p=609</link>
		<comments>http://www.mustova.com/?p=609#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 14:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Comicstrips]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[benar]]></category>
		<category><![CDATA[parampaa]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mustova.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[
Banyak yang bilang hidup saya selalu seneng-seneng, selalu ceria. Senyum mulu, tertawa mulu. Bawaannya positif thinking, optimis dan masa depan cerah. Itu salah. Well. Iya sih, saya memang memasang avatar Parampaa yang selalu tersenyum itu sebagai motto, sebagai cerminan sikap bahwa seberat apapun masalah yang dihadapi ~saya akan tetap tersenyum. *samar-samar terdengar lagu Smile (Charlie [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Tebakan Klasik nih" src="http://farm5.static.flickr.com/4013/4489217047_76dfcb397a_o.png" alt="" width="320" height="649" /><span id="more-609"></span><img class="aligncenter" title="Rotate 180" src="http://farm5.static.flickr.com/4037/4489862450_d11bcbef29_o.png" alt="" width="320" height="220" /></p>
<p>Banyak yang bilang hidup saya selalu seneng-seneng, selalu ceria. Senyum mulu, tertawa mulu. Bawaannya positif thinking, optimis dan masa depan cerah. Itu salah. Well. Iya sih, saya memang memasang avatar Parampaa yang selalu tersenyum itu sebagai motto, sebagai cerminan sikap bahwa seberat apapun masalah yang dihadapi ~saya akan tetap tersenyum. *samar-samar terdengar lagu Smile (Charlie Chaplin) versi Michael Jackson jadi themesong*</p>
<p>Tapi saya tetep manusia. Saya bisa bersedih, dan bisa terluka. Intinya saya sedang dirundung duka. *halah*</p>
<p>Saya ndak akan berpanjang-panjang ria dengan detail, karena nanti akan menyakiti seseorang. Actually, saya tadi udah nulis tulisan mehek-mehek yang mellow; menumpahkan semua sakit yang saya rasa di draft post #29 ini. Saya tuliskan pembelaan dan sangkalan.</p>
<p>Namun tiba-tiba tersadar ketika membaca status dari Abah saya :</p>
<blockquote><p><strong><span style="color: #000000;">&#8220;Kebenaran jangan diperebutkan, nanti malah lepas.&#8221;</span></strong></p></blockquote>
<p>Astaghfirullah.</p>
<p>Seperti ada beban gede yang keluar dari dalam perut saya. Bergejolak, sedikit sakit, namun membawa nafas lega.</p>
<p>Saya baca lagi semua pembelaan dan sangkalan yang udah saya tulis panjang-panjang itu; dan kemudian memijit tombol delete. Saya sadar tulisan itu memperlihatkan saya yang sedang ngotot &#8216;merebut kebenaran&#8217; . Dan saya sadar, nanti akan ada pihak yang akan merebut kebenaran di tulisan saya. Begitu seterusnya. Sampai kebenaran itu lepas..</p>
<p>Meh. Saya gak peduli lagi dengan kebenaran; I mean ~saya akan membiarkan kebenaran itu muncul sendiri tanpa harus diperjuangkan.</p>
<p>Terkesan <em>chicken</em> yah? <em>Coward</em> banget, loe Va!!</p>
<p>Bukan, ini bukan kayak yang saya versus Rumah Sakit Jahat yang men-dzalimi karena saya mengirimkan email pengaduan malpraktek. Bukan pula tentang misalnya saya melawan Penerbit-penerbit Buku sialan yang meng-copas poto masakan blogger seenaknya. Well, kalau misalnya misalnya tampang Parampaa dipakek tanpa izin ~saya tentu berjuang. Ini bukan tentang hal-hal semacam itu. Masalah saya tidak sedahsyat itu. Masalah saya lebih, ummm, personal. Tidak pantas ditaruh di ruang publik.</p>
<p>Pada akhirnya, ini bukan Saya versus Entah-Siapa ~melainkan Saya versus Bagian-Lain-Dari-Diri-Saya. Di mana saya sangat menginginkan sesuatu, sementara bagian yang ini mencegah. Paham kan?</p>
<p>Oh, boy. Dari tadi saya ini ngomong apa sih?</p>
<p>Hell. Begini, benar atau salah semua ada di kepala kita. Hanya Dia, hanya Tuhan yang berhak menentukan ini benar itu salah.</p>
<p>Sedikit contoh. Saya pernah melihat ada seorang anak memukuli punggung Ibunya. Dari sudut pandang saya, si Ibu sedang membungkuk dan anak itu memukulinya bertubi-tubi. <em>Hey, that&#8217;s so wrong!</em> Anak yang jahat banget. Setelah dilihat lagi dari sudut pandang berbeda, si Ibu ini ternyata sedang keseleg. Ada bakpao yang tersangkut di tenggorokannya dan si anak sedang berusaha mengeluarkannya; agar si Ibuk bisa bernapas dan tidak kesakitan lagi. Jika tidak ada detail, jika tidak ada alasan ~saya tentu akan men-judge si anak &#8216;jahat&#8217;. Tapi ketika ada penjelasan, justru tindakan si anak itu sangat terpuji.</p>
<p>Begitu pula saat saya melihat hal lain. Saat saya melihat suatu masalah. Saya kadang merasa semua orang menjauhi saya; padahal ternyata saya lah yang menjauhi mereka.</p>
<p>Dari sudut pandang saya, yang udah ketutup ego; saya lah yang paling benar. Tapi ketika saya mencoba memandang dari sudut yang lain, ternyata saya enggak se-&#8217;benar&#8217; itu.</p>
<p>So, benar atau salah itu engga absolut.</p>
<p>Kebenaran saya berkemungkinan salah, kesalahan kamu berkemungkinan benar. Vise versa.</p>
<p> <img src='http://www.mustova.com/wp-includes/images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mustova.com/?feed=rss2&amp;p=609</wfw:commentRss>
		<slash:comments>96</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#28 : Insya Allah</title>
		<link>http://www.mustova.com/?p=541</link>
		<comments>http://www.mustova.com/?p=541#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 08:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[insya allah]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[salah kaprah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mustova.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[
&#8221; Abuya, jangan bilang Insya Allah!&#8221;
&#8220;Lho, orang Islam kan harus bilang Insya Allah, kan yang menentukan segalanya adalah Allah!&#8221;
&#8220;Tapi kenapa setiap dalem minta sesuatu dan Abuya bilang Insya Allah, dalem ndak jadi dibelikan?!?&#8221;.

Tadi adalah percakapan antara keponakan saya yang berumur 6 tahun dan ayah-nya (kakak ipar saya). Menohok.
Insya Allah &#8211;tentu saja&#8211; dari bahasa arab : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Insya Allah" src="http://farm3.static.flickr.com/2716/4311243870_b86d9145ce_o.png" alt="" width="320" height="886" /></p>
<blockquote><p><span style="color: #000000;"><em><strong>&#8221; <abbr title="Panggilan kepada Ayah">Abuya</abbr>, jangan bilang Insya Allah!&#8221;</strong></em></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>&#8220;Lho, orang Islam kan harus bilang Insya Allah, kan yang menentukan segalanya adalah Allah!&#8221;</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em><strong>&#8220;Tapi kenapa setiap <abbr title="Kata ganti (halus) untuk saya / aku">dalem</abbr> minta sesuatu dan Abuya bilang Insya Allah, </strong></em><strong><em>dalem ndak jadi dibelikan?!?&#8221;.</em></strong></span></p></blockquote>
<p><span id="more-541"></span></p>
<p>Tadi adalah percakapan antara keponakan saya yang berumur 6 tahun dan ayah-nya (kakak ipar saya). Menohok.</p>
<p>Insya Allah &#8211;tentu saja&#8211; dari bahasa arab : &#8220;<em>in&#8221;, &#8220;sya&#8217;a&#8221; , dan &#8220;Allah&#8221;</em>. <em>&#8220;In&#8221;</em> adalah kata penghubung, satu kasta  dengan <em>in</em>, <em>for, from, by </em>(dalam inggris). <em>Sya&#8217;a Allah</em>, berarti : kehendak Allah. Maka, frase itu bermakna &#8220;atas kehendak Allah&#8221; atau &#8220;<abbr title="bukan 'menghendaki' (present tense), sya'a adalah bentuk past tense">jika Allah berkehendak</abbr>&#8220;.</p>
<p>Sesuai makna aselinya, frase <em>&#8220;insya allah&#8221; </em>ini digunakan sebagai pelengkap suatu statemen positif &#8220;Ya!&#8221;, &#8220;Benar!&#8221;, &#8220;Oke!&#8221;, &#8220;Bisa!!&#8221;, dan semacamnya.  Itu menjadi doa atas sesuatu yang kita rencanakan. Karena sebagai &#8216;pelengkap&#8217;, maka lazimnya &#8211;diucapkan SETELAH statemen. Karena doa selalu datang setelah ada usaha. Gitu kan yah?</p>
<blockquote><p><span style="color: #000000;">&#8220;Desain poster kapan jadinya?! Besok bisa?&#8221; </span></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">&#8220;Woh, iya bisa!! Insya Allah..&#8221;</span></strong></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Bro, besok bisa ikut sesi pemotretan Asmirandah?!&#8221; </span></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">&#8220;Bisa! Bisa!! Insya Allah, bisa!! &#8220;</span></strong></p></blockquote>
<p>Kata <em>&#8220;iya&#8221; </em>dan<em> &#8220;bisa&#8221; </em>menjadi usaha si pelaku mewujudkan rencananya, dan &#8220;insya allah&#8221; menjadi doa-nya. Idealnya seperti itu.</p>
<p>Uniknya, di masyarakat kita. Insya Allah udah gak bermakna &#8216;positif&#8217; melainkan justru cenderung &#8216;negatif&#8217;. Suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan penolakan, keraguan, ke-enggan-an atau ketidak-siapan secara halus. Dan seringkali diletakkan di depan &#8211;sebelum statemen, &#8211;plus erangan.</p>
<blockquote><p><span style="color: #000000;">&#8220;Kaos pesenanku dateng kapan, mas? </span><strong>&#8220;</strong></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">&#8220;Ngggg, insya allah, tiga hari!!&#8221;</span></strong></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Bro, besok bisa ikut sesi kedua seminar dan rapat!&#8221; </span></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">&#8220;Ngggg, insya allah&#8230; Insya allah bisa, bisa..&#8221;</span></strong></p></blockquote>
<p>Kalo ditelusuri, maka maknanya menjadi : <em>&#8220;Kalo Tuhan berkehendak, maka iya bisa&#8221;</em>. Seolah-olah menyerahkan dan &#8216;menyalahkan&#8217; Tuhan jika nanti statemen &#8216;iya&#8217;-nya ngga terwujud. Membebaskan diri dari perasaan guilty karena mengecewakan lawan bicara. Ketika esok hari ditanya, tentu berkelit dan berdalih;<em> &#8220;Kemaren aku udah bilang &#8216;insya allah&#8217; kan. Sorry ya..&#8221;</em></p>
<p>Hari gini, insya allah udah bermakna : &#8220;Nggak janji lho yaaaa&#8221;.</p>
<p>Yang menyedihkan, saking kelirunya kita memaknai &#8220;insya allah&#8221; &#8211;banyak yang kemudian menolak dikasih ucapan itu. Misalnya ya, ada yang bilang dengan tulus. &#8220;Oke!! Entar aku temenin kamu belanja, insya allah!!&#8221;  kemudian direspon balik dengan.<em> &#8220;Halah!! Jangan insya allah, insya allah dong!! Meragukan tauk! Yang pasti-pasti aja! Bisa nggak? &#8220;</em></p>
<p>Familiar?</p>
<p>Budaya kita memang terpuji, sangat sopan dan halus. Kita nggak ingin mengecewakan orang dengan janji-janji &#8211;yang kita TAHU tidak bisa kita tepati. Kemudian kita menyelimuti janji kita dengan selimut &#8216;insya allah&#8217;; dengan tujuan &#8211;meski gak bisa dipenuhi, tentu bisa dimaafkan karena <em>Tuhan berkehendak lain</em>. Bisa dimaafkan karena kalimat sakti; &#8220;insya allah&#8221;.</p>
<p>Kita manusia &#8211;mahluk yang cenderung bergantung pada <em>harapan</em>. Janji dengan &#8216;Insya Allah&#8217; mengandung harapan. Dan betapa menyakitkannya ketika suatu harapan itu hilang. Alih-alih tidak ingin mengecewakan, kita justru melipat-gandakan kekecewaan yang diderita kawan atau kerabat yang kita kasih &#8220;Insya allah&#8221; tadi.</p>
<p>Kita belum berusaha, tapi udah menggantungkan rencana pada Tuhan.</p>
<p>Kenapa kita nggak berterus terang, banyak ungkapan halus tanpa perlu mencatut nama Tuhan kan?</p>
<p><span style="color: #ffffff;">-</span></p>
<p><span style="color: #ffffff;">-</span></p>
<p>Atau, gimana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mustova.com/?feed=rss2&amp;p=541</wfw:commentRss>
		<slash:comments>94</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#27 : Rumah Mewah nan Elite</title>
		<link>http://www.mustova.com/?p=597</link>
		<comments>http://www.mustova.com/?p=597#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 13:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Comicstrips]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[elite]]></category>
		<category><![CDATA[penjara bintang lima]]></category>
		<category><![CDATA[pondok bambu]]></category>
		<category><![CDATA[rutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mustova.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Rutan Elite" src="http://farm3.static.flickr.com/2733/4268341006_b2f5445b7b_o.png" alt="" width="320" height="860" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mustova.com/?feed=rss2&amp;p=597</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#26 : 2009 &#8211; 2010</title>
		<link>http://www.mustova.com/?p=563</link>
		<comments>http://www.mustova.com/?p=563#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 10:31:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[game parampaa]]></category>
		<category><![CDATA[kejutan]]></category>
		<category><![CDATA[surprise]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mustova.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Akhir tahun 2009 bener-bener surprise buat saya. Bukan. Bukan surprise ada yang ngasi bunga, dapet hadiah jutaan rupiah atau kejutan didatengin Asmirandah gitu. Bukan yang kayak gitu.
Pertama. Saya bener-bener gak menyangka si Parampaa bisa menghantui ratusan orang pemakai internet untuk memainkan suatu Quiz absurd yang menjengkelkan, ngeselin dan bikin frustrasi.
Awalnya saya gak berniat untuk menyebar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Setengah Tiang" src="http://farm5.static.flickr.com/4041/4233440870_f6dc061ed5_o.png" alt="" width="325" height="472" />Akhir tahun 2009 bener-bener surprise buat saya. Bukan. Bukan surprise ada yang ngasi bunga, dapet hadiah jutaan rupiah atau kejutan didatengin Asmirandah gitu. Bukan yang kayak gitu.</p>
<p>Pertama. Saya bener-bener gak menyangka si Parampaa bisa menghantui ratusan orang pemakai internet untuk memainkan suatu <a title="Quiz Parampaa" href="http://www.mustova.com/?page_id=497" target="_blank">Quiz absurd yang menjengkelkan</a>, ngeselin dan bikin frustrasi.</p>
<p><strong>Awalnya saya gak berniat untuk menyebar game menjengkelkan itu. <span id="more-563"></span>Dengan alasan :</strong></p>
<p><strong>a. Ini bukan game original.</strong><br />
Saya sadar, dan saya jelas-jelas mengakui kalau Quiz Parampaa terinspirasi dan diadaptasi dari The Impossible Quiz bikinan<a title="Mr Splapp" href="http://splapp-me-do.deviantart.com/" target="_blank"> Mr Glenn Rhodes</a> aka Splapp-me-do. Beberapa bentuk pertanyaan dan puzzle di QP identik dengan TIQ; saya merubah kalimat dan mengubahnya jadi lebih lokal. Banyak yang mengatakan plagiat, atau menjiplak, atau membajak. Biasa, saya hargai pendapat orang yang menjunjung tinggi orisinalitas suatu karya. Well, faktanya, saya sudah dapat izin tertulis dari Mr Splapp untuk membuat versi &#8216;lokal&#8217; dari The Impossible Quiz.</p>
<p>Namun, untuk menghargai creator aselinya, tentu saja saya mencantumkan namanya di halaman Credits.</p>
<p><strong>b. Saya nggak pede.</strong> *halah*<br />
Quiz Parampaa saya bikin dengan Flash 8 yang masih memakai Actionscript 2.0. Dalam artian, udah jauuuh ketinggalan zaman. Desain dan visual di dalamnya sangat sederhana, tanpa 3D ataupun efek-efek yang canggih yang menawan. Sound-effectnya pun dapat gratis dari situs2 penyedia sfx seperti flashkit.com. Ketika saya memainkan game itu sendiri pun saya mikir; &#8220;Game apaan nih!! Wagu banget..&#8221;</p>
<p>Saya hanya menyebarkan secara terbatas kepada handai taulan; sodara-sodara dekat. Melalui facebook, milis dan twitter. Satu dua orang memainkan dan berkata &#8220;Game ngeselin!&#8221;. &#8220;Nyebelin!&#8221; dan yang semacamnya. Karena memang hanya sekedar iseng, QP tidak menjadi fokus perhatian saya.</p>
<p>Ternyata eh ternyata, ada seseorang yang memposting dan men-share link Quiz Parampaa di forum terbesar di Indonesia; Kaskus. Oh, boy!!<br />
Apa yang terjadi? Traffic blog ini; yang biasanya hanya 1-3 gelintir orang pembaca &#8211;menanjak drastis menjadi 65-an. Akibatnya, hanya tempo 2 hari blog ini pun modyar.</p>
<p>Ada kawan saya yang menyangkal dan menyemangati saya untuk terus melanjutkan Quiz Parampaa lebih dari sekedar iseng. Katanya :</p>
<p><em>Saat ini, hampir tidak ada yang original. Karena manusia semakin maju; manusia kini mengembangkan apa yang sudah ditemukan oleh orang-orang terdahulu. Menambal yang bolong, memperbaiki yang buruk. Copycat atau plagiat adalah <strong>meniru persis </strong>tanpa membubuhkan nama orang yang ditiru. Jika Quiz Parampaa 100% isinya SAMA PERSIS dengan The Impossible Quiz; itu berarti plagiat abisss. Sekarang dilihat saja sendiri. </em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Kedua. Kebalikan dari kejutan pertama yang menyenangkan; ada kejutan luar biasa menyedihkan yang semua pasti sudah tahu. Presiden ke-4 Republik Indonesia meninggalkan kita. Selain mengibarkan bendera setengah tiang di depan rumah, saya juga memasang simbol bela sungkawa di &#8216;rumah&#8217; saya ini.</p>
<p><em>We will miss your jokes, we will miss your &#8220;gitu aja kok repot&#8221;, Gus.. </em></p>
<p>Selamat Tahun Baru 2010.. Semoga tahun ini membawa berkah buat semuanyaaa..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mustova.com/?feed=rss2&amp;p=563</wfw:commentRss>
		<slash:comments>84</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
