Sekitar November, Abah bilang : “Va, nanti Desember –Abah diundang ceramah ke Hong Kong. Paspornya ada kan?”

“Hah? Iya ada.”

“Siap-siap!”

Begitulah. Tiba-tiba saya sudah packing dan berlatih bela diri (halah) untuk traveling ke negerinya Jackie Chan itu (iya kan, dia lahir di Hong Kong kan yah?). Sempet kebingungan karena paspor keselip entah kemana; lha wong emang jarang dipakai. Hahag. Trus untung saja, punya NPWP –jadinya bisa bebas biaya fiskal yang jutaan gitu.

Rombongan kami terdiri dari 4: saya, Abah, Mbak Ratih Sang –yang mengundang Abah– dan seorang Ibu mantan TKW di HK sebagai guide bernama Wongso. Iya, namanya Wongsowati siapa gitu.

Saat berkemas bersiap-siap, saya nanyak ke Pitra; di sana dingin engga –dia bilang “Sempat panas kok. Juga berangin. Kayak bandung. Bawa jaket aja.” Untuk lebih yakinnya, saya nanyak Momon yang juga sempet berlibur ke sana. Momon bilang: “Kemarin cuacanya menuju dingin, tapi masih panas kalau jaketan.” (kunjungi blog kedua kawan saya itu, ada kisah perjalanan di HK dan sekitarnya yang lebih asyik daripada yang tertulis di sini.)

Okay. Suhu di HK kayaknya gak gitu dingin.  Sip lah, jadi tas bawaan gak terlalu berat dengan sweater dan jaket tebal.

Kamis sore 16 Desember 2010, rombongan berangkat ke bandara. Salam pamitan bla bla, trus malemnya terbang. Ngeeeeng. Skip aja yah, ngebosenin kalo diceritain apa yang terjadi di dalem kabin. Nggak ada hal yang menarik, kecuali fakta bahwa di samping saya ada pria wanita (tidak jelas jenis kelaminnya) yang dari take-off sampai landing kerjaannya cuma membaca majalah berbahasa kanton.

Tidur sejenak. Nyampe bandara Internasional Hong Kong jam satu lebih berapa gitu.

Begitu turun dari pesawat. Kayak masuk kulkas –no, kayak masuk freezer. Holikreb. Simcard tidak aktif, tapi di dalem Bandara dapet koneksi wifi. Saya langsung ngecek suhu udara di henpon.


. . . . . . . . . .

Untung,Mas  penjemput bawain beberapa jaket. Alhamdulillah, lumayan lah engga jadi berubah jadi yeti mandarin. Perlu diketahui, saya memang cukup tahan dingin; tapi kalo drastis yo ndak kuwat. Heuhehue.

Jumat 17 Desember 2010

Penjemput kami orang Aceh yang sudah 5 tahun berada di HK. Namanya aneh, Apong? Apung? Angpo? Besok kalo inget namanya saya edit deh. Heuhehe. Selama perjalanan dari Bandara, mas Angpo ini jadi semacam guide singkat yang menyetir sambil menjelaskan bahwa bandara terletak di pulau yang bernama Lantau. Untuk menuju HK masih menyebrangi beberapa pulau dengan melewati jembatan puanjang bernama Tsing Ma Bridge –100 meter lebih panjang dari Golden Gate Bridge di Amrik itu.

Di atas jembatan anginnya kenceng, mobil yang kami tumpangi sampe goyang-goyang gitu. Sampai di penginapan, di daerah Causeway Bay, saya langsung beristirahat.

Pagi harinya, saya bangun dan sudah ada bakpao isi kacang merah dan kopi panas. Saya melihat-lihat di deket meja, ada semacam kamus Kanton – Indonesia percakapan dan kosakata sehari-hari. Sepertinya milik orang Hongkong, untuk digunakan bercakap dengan TKW Indonesia. Isinya seperti ini..

Setelah mandi (dingin banget), kami berjalan dengan tujuan awal : Mencari sweater, sarung tangan, syal, topi –apapun itu untuk membuat tubuh lebih hangat. Mbak Ratih mengajak belanja di daerah Kowloon; di mana lengkap dan katanya surga para shopaholic. Sayang seribu sayang, saya tidak bakat belanja. Jadi ya gitu deh pokoknya. Beli tas, beli oleh-oleh ini itu.

Btw, musim dingin membuat orang-orang jadi gahul. Di jalanan itu seperti fashion show. Cewek-cewek pake mantel berbulu dan sepatu boot rumbai, dengan scarf melambai. Sungguh elehan. Yang cowok pakai mantel ala boysband, jaket kulit atau sweater macho (apaan tuh sweater macho?) dan topi kupluk yang keren. Selain itu, mereka jalannya super-cepat. Bahkan, saya yang termasuk pejalan-kaki-cepat (dan-suka-ditegur-oleh-temen-karena-jalannya-kecepetan) tidak bisa mengikuti atau membalap langkah kaki orang HK. Tapi mereka –warga HK itu– terkesan cuek dan tidak ramah. Ketika kita kebingungan, gak bakal deh ada yang menawarkan diri untuk membantu. Ditanya pun mereka lebih suka menggeleng tidak tahu. Ini terjadi pada saya lebih dari tiga kali. Well, tapi saya curiga kalau mereka tidak paham dengan apa yang saya tanyakan.

Hari itu, kami berencana untuk ke Macau. Sebelumnya, kita beli kartu sakti –yang kemudian saya tahu namanya Octopus Card. Kartu ini bener-bener sakti. Praktis sekali, karena di dalamnya ada saldo yang bisa dipakai untuk tiket buat naik MTR, untuk beli di vending machine, belanja di supermarket, makan di fast-food kayak Mekdi, dan bayar lain-lain selama ada logo kartu itu. Asyik banget deh. Bisa jalan-jalan tanpa perlu bawa duit. Well, tapi buat naik taxi ndak bisa.

Kami dihubungi seorang kawan, yang mengatakan bahwa hotel di Macau penuh. Maka, gagal deh masuk kota Casino itu.  Hohoho.

Akhirnya, kami naik ke Peak –yang secara harfiah berarti Puncak– dengan menggunakan Trem. Pemandangan di dalem trem cukup unik karena kendaraan menanjak miring, gedung-gedung pun terlihat miring.

Sampai di puncak ada beberapa tempat menarik; dan salah satu yang paling bikin saya berlama-lama adalah Museum terkenal Madame Tussaud. Tempat di mana ‘kembaran’ orang-orang terkenal dipajang dan dinikmati. Koleksi yang tidak boleh dipotret adalah patung Jackie Chan; karena pengunjung bisa dapet potonya secara resmi setelah dipotretkan oleh Museum. Ini punya saya, bersama Abah.

(Bekgron aslinya adalah green screen yang diganti dengan pemandangan Hongkong. Masih nggak rapi tuh cropping potosop-nya. Halah.)

Koleksi terbaru 2010 di Museum itu adalah Lady Gaga. Sayang saya ndak begitu ngefans, jadi gak sempet poto sama mbak eksentrik itu.  Tapi sama Mr & Mrs Smith dooong!!!!

Trus latihan seni beladiri Wangchun Wing Chun sama Ip Man..

Ada beberapa poto lagi, tapi entar postingan ini berat bukanya. Heuhehue.
Setelah dari Museum itu, kami naik ke paling puncak dari The Peak. Melihat pemandangan Hongkong. Ada teropong bintangnya juga. Trus ada anak-anak muda pacaran. Karena dinginnya parah banget, kami tidak kuat berlama-lama di atas sana. Saya juga tidak bisa mengambil poto yang stabil (dengan kecepatan rendah) karena megang kameranya sambil gemetaran. Hahag.

Hari pertama di HK ditutup dengan kedinginan yang amat sangat, dan rasa puas karena berhasil megang dagunya Angelina Jolie. *alaaakh*

Sabtu 18 Desember 2010
Sejak dari bandara kemaren, saya sudah antusias ketika melihat satu piktogram di papan penunjuk jalan. Logo yang sangat mendunia dan pasti dikenal oleh siapapun meski tanpa ada tulisan atau penjelasan. Logo dua buletan besar dan dua buletan kecil di atas sebagai telinga. Yak, bener. Logo Mickey Mouse, ~yang di penunjuk jalan itu menunjuk arah Disneyland.

Nah, penyakit saya, ~kalau terlalu capek jadi makin susah tidur. Akibatnya bangun kesiangan. Padahal udah berencana ke Disneyland Resort. Huhu. Walhasil, rencana berangkat jam 8 jadi mulur jam 10 siang.

Maka, saya naik kereta MTR (Mass Transit Railway) sambil dengerin Maksim. Transportasi di HK ini mudah banget. Sebenarnya kalau kita tahu tujuan mau kemana gitu, ndak bakal nyasar. Soale di dalem kereta ada grafis peta yang sangat informatif, kita ada di mana, habis ini stasiun mana, ke sana ke mana. Saya tahu, Disneyland ada di garis rel pink setelah garis simbol rel biru. Yang artinya turun dulu di stasiun berikutnya. Pokoknya gitu lah.

Transit di stasiun Disneyland Resort, suasana kartun sudah terasa. Ada jam gede. Trus pas kereta dateng, ekampret, jendela keretanya berbentuk logo mickey!! Tempat buat pegangan tangan juga. Aaaaa.

Trus di deket kursi penumpang ada figur Tinkerbell. Di sebelah sana ada Miki, Gufi dan Pluto. Ada Kiki & Koko juga (nama aslinya Chip & Dale). Keretanya rameee, susah buat poto-poto. Siaaal. Btw, HK ini negara kecil, sempit –tapi semua-muanya dibikin spesial. Semuanya dibikin luar biasa. Kalau istilah DKV sih, ‘kemasan’-nya itu bener-bener dipikirkan. Gak mungkin orang gak pengin lagi ke sana. Sial. Hahag.

Akhirnya masuk di Disneyland, beli tiket HKD $350 (sekitar Rp400ribuan lah) kita bisa masuk nyobain semuanya sampek puas; ~tentu saja tidak termasuk belanja merchandise dan makan. Waktu itu sudah mau dipamerkan pawai “Let It Snow” –di mana karakter-karakter Disney berparade mengelilingi ‘kota’. Hampir semua karakter dimunculkan. Dari yang klasik seperti Alice, White Snow dan Ariel The Little Mermaid sampai Woody dan Buzz Lightyear. Obviously dari judulnya, parade ini muncul khusus ketika menjelang Natal.

Setelah pawai selesai (dadah dadah) saya langsung berangkat menuju Adventure Land. Taman bernuansa petualangan rimba yang di-desain mirip perkampungan tribal di pelosok hutan.

Tanpa ba-bi-bu saya pun masuk ke dalam Festival Lion King. Ini adalah pertunjukan musikal, yang mengisahkan Simba melawan tirani Scar. *halah bahasanya*. Awalnya saya mikir jangan2 entar keluar singa beneran. Tapi yang keluar adalah Simba. Beneran!  Simba yang ada di pilem.. Kereeenn.. Yay, meskipun itu boneka –tapi sistem animatronik Disney bikin figur singa itu hidup beneran. Panggungnya, atraksi dan nyanyiannya keren!! Timon dan Pumbaa “Hakuna matata” juga lucuk!!

Habis dari Lion King, menuju ke rumah pohon Tarzan. Auwoooo!! Di sana, selagi kita manjat pohon ~ada kamar-kamar berisi diorama Tarzan  dari buaian Kala si ibu gorilla, sampai ketemu si Jane.

Dari Adventure Land, saya nyebrang menuju Tomorrow Land. Taman yang ini berbau futuristik. Dan karena antrian panjang, saya cuma sempet naik satu wahana di situ; Space Mountain ~sejenis roller-coaster di dalam ruangan. Kalau roller coaster kan kita biasanya tereak merem, ini enggak. Saya berusaha melihat semuanya. Awalnya kita masuk pesawat antariksa, astronot-astronot melayang, planet, satelit. Trus lama-lama gelap, dan banyak hal terjadi (halah). Lampu, laser, lorong cahaya, bintang-bintang diiringi musik dan sound efek yang gokil.

Yang sayang seribu sayang, Memory Card kamera saya habisss.  Jadi ndak sempet poto-poto banyak. Huhu. Yang tersisa hanyalah tiketnya.

Habis dari situ sebenarnya mau masuk Fantasy Land. Tapi waktunya udah mepet, ~jadinya saya habiskan sisa waktu untuk beli oleh-oleh buat para keponakan. Ribet, ada sepuluh keponakan beberapa beda umurnya. Susah buat beliin sesuatu yang bikin tidak rebutan.

Ketika saya pulang, ada yang tampak sedih di sana.

Iya ya. Ntar kapan-kapan balik deeehh..

[bersambung]

[hmmmm... bersambung engga ya?]

[tamat aja deh]

*dikepruk*

Saya ternyata harus banyak belajar nulis travel journal. Baru segini aja udah males. Heuheheue. Well, hari-hari berikutnya di HK cuma nemenin Abah dan belanja-belanji gitu sih. Akan jadi membosankan bila dituliskan di sini. Ah, ahlesan..

Doakan ada kemauan dan kesempatan nulis lagi yaa.

Prok prok prok!

76 tanggapan untuk “#39 : Hong Kong

  1. diesca on March 12, 2011 at 14:39 said:

    mas kok fotonya mirip bruno mars ya mas wkwkwk :kishishi:

  2. abah mas ova gaull juga.. :kishishi: :kishishi: :kikik:

  3. aku aja ke monas belum pernah mas, suwer deh
    ke borobudur apalagi
    ke bali jangan tanya
    kalo ke india aku pernah mas…dalam khayalanku aja tapinya :D

  4. siKubil on June 3, 2011 at 22:01 said:

    ohohoho…. seru seru… jadi kabita pengen ke HK :cry:

  5. Manusia on June 23, 2011 at 19:24 said:

    ucul bang :(( ngakak sumpah :kikik: dari ade saya nih

  6. wah pake pae ke disneyland lagi jadi kepengen :(( :music:

  7. |-) :woot: :surprise: :sleepy: :oya: :nyu: :music: :kishishi: :kikik: :hoahm: :grr: :fufu: :grr: :fufu: :dies: :cry: :blush: :bignose: :D :-| :-w :-Z :-O :-E :-? :-3 :-0 :-( :) :(( :( 8-| 8-) (: |-) :woot: :surprise: :sleepy: :oya: :nyu: :music: :kishishi: :kikik: :hoahm: :grr: :hoahm: :fufu: :dies: :cry: :(( :) :-( :-0 :-3 :-? :-E :-O :-Z :-w :-| :D :bignose: :blush: :( 8-| 8-) (:

  8. Pingback: #45 : Ke Hongkong Lagi (1) « Catetan Masova

  9. Fans berat parampaa on July 29, 2011 at 14:36 said:

    Ahhhh elu males nuls ah 8-| 8-| 8-| 8-| 8-|

  10. sontows on August 11, 2011 at 02:09 said:

    om apa mas, bahasanya itu loh “elehan” dan “holikreb” :D #ngakak

  11. ke hong kong itu sussssssssssssssssssssssssssssssah bagi orang susah hehehe

  12. rampampaa on October 8, 2011 at 12:52 said:

    pengen banget ke HK . . . . .
    kapan ya ????? :-( :oya:

  13. |-) …. :oya: …. :fufu: …. :kikik: …. :blush: ….. :woot: ….. :D ….. :kishishi: …..(urutan keatawa aku)

  14. :D oh ada ip man juga ya macopah ?

  15. Santi on December 1, 2011 at 20:26 said:

    :(( Jd kangen pengen ke HK lagiii…maen2 ya ke Warung Malang di Causeway Bay buat yg kangen masakan indo & halal 8-)

  16. Nozomi on February 19, 2012 at 09:02 said:

    Allah sombong amat :marah:

  17. :| :) 8)

  18. ayo senyum :cry: lah kok nangis ya udah ecting nagis aja :woof:

  19. misi pak/bu, saya mau numpang promosi ya :)

    silahkan kunjungi blog saya untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat. info bisnis juga ada lho !!

    http://si-penulis-biasa.blogspot.com/

    terima kasih :)

  20. irwan on April 2, 2013 at 00:24 said:

    :haghag: :dies: :O :D :? :-E :music: :-3 8( :kyaa: :cry: X( :hihi: B) :) :| :zzz: keren om jdi pngen pnya blog kya gni
    seharusnya no 1 nih blog pling keren d indonesia :) B)

Comment navigation

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:-) :blush: x) :-w :iyagitu: :fufu: :sorry: :kishi: :gross: :die: 8( :hihi: :-? more »

Post Navigation